Selasa, 15 April 2014

Prosedur Pengklasifikasian Makhluk Hidup
Pengelompokan makhluk hidup dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki berbagai makhluk hidup tersebut. Jika ada beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang akan dikelompokkan, maka hewan yang memiliki persamaan ciri, dijadikan satu kelompok. Misalnya domba dan sapi satu kelompok mamalia karena memiliki persamaan ciri, yakni memiliki rambut pada kulitnya, dan hewan betinanya memiliki kelenjar susu. Suatu kelompok akan terbentuk dari berbagai jenis hewan yang memiliki persamaan ciri tubuh. Hewan yang memiliki ciri berbeda membentuk kelompok lain. Langkah selanjutnya pemberian nama untuk setiap kelompok makhluk hidup.
Berikut adalah dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup:
a.       Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimilikinya
b.      Klasifikasi makhluk hodup berdasarkan ciri bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh (anatomi)
c.       Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidupnya.

Tata Nama Makhluk Hidup
Menurut para sainstis khususnya biologis, nama memiliki arti yang penting. Nama sangat berfungsi dalam hal penyampaian informasi, selain itu juga untuk memudahkan penelusuran dalam hal lokasi ditemukannya makhluk hidup itu. Contoh: Bos javanicus menunjukkan lokasi ditemukannya spesies tersebut. Nama (nama ilmiah) juga dapat menunjukkan siapa penemu spesies tersebut dan juga karakteristik dari spesies yang ditemukan. Contoh Solanum nigrum menunjukkan karakteristik dari spesies tumbuhan tersebut yang memiliki buah berwarna hitam. Semua naskah ilmu pengetahuan hingga abad ke-18 masih menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa para ilmuwan, Pemberian namanyapun masih panjang-panjang (polinomial) contoh “Sambucus caule arboreo ramose floribus umbellatis” yang artinya tumbuhan Sambucus dengan batang berkayu yang bercabang-cabang dengan bunga berbentuk payung. Namun sejak Carolus Linnaeus (1707- 1778) memperkenalkan sistem penulisan baru, polinomial diubah menjadi binomial dan hingga kini masih dipergunakan. Prinsip utama binomial Carolus Linnaeus bagi tumbuhan maupun hewan dan mikroorganisme lainnya adalah:
a. Menggunakan bahasa Latin.
b. Menggunakan kategori.
c. Menggunakan dua kata.
Contoh Panthera pardus, Zea mays, Amoeba proteus, Entamoeba coli dan lain-lain. Selain nama ilmiah yang diberikan para ahli, juga dikenal nama daerah (nama biasa) yang berbeda sesuai dengan nama dan bersifat setempat atau lokal (local name). Namun nama lokal belum dapat dijadikan patokan. Oleh karena itu disusunlah nama ilmiah yang diatur oleh ICBN (International Code of Botanical Nomenclature) untuk tumbuhan, dan ICZN (International Code of Zoological Nomenclature) untuk hewan. Dalam pengelompokan dan pemberian nama makhluk hidup didasarkan pada ciri-ciri yang dimiliki, dan diterapkan sistem-sistem tertentu sehingga muncul istilah sistematika. Sampai saat ini dikenal 3 (tiga) sistem klasifikasi yaitu:
a.       Sistem alami; takson yang terbentuk merupakan anggota-anggota yang sewajarnya diklasifikasikan dalam satu kelompok seperti dikehendaki oleh alam, terutama berdasarkan ciri-ciri morfologinya.
b.      Sistem artifisial; pengelompokan berdasarkan tujuan praktis misalnya tumbuhan obat-obatan.
c.       Sistem filogenetis; pengelompokan berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan dan urutan perkembangan makhluk hidup menurut sejarah filogenetiknya. Muncul setelah berkembangnya teori evolusi.
Pada awalnya dalam klasifikasi, makhluk hidup dikelompokan dalam kelompok besar hingga kelompok kecil yang disebut takson. Kategori yang digunakan Linnaeus pada waktu itu adalah: Kingdom (dunia), filum (untuk hewan) atau divisi (untuk tumbuhan), Class (kelas), ordo (bangsa), famili (suku), genus (marga), dan spesies (jenis). Urutan ini didasarkan atas persamaan ciri yang paling umum kemudian makin ke bawah persamaan ciri makin khusus serta perbedaan ciri makin kecil.

      1.            Kriteria Klasifikasi Tumbuhan
Dalam mengklasifikasikan tumbuhan, kriteria yang perlu diperhatikan adalah:
a.       Uniseluler atau multiseluler.
b.      Organ perkembangbiakannya.
c.       Habitus tumbuhan waktu hidup, tegak, menjalar atau merambat
d.      Struktur jaringan pengangkutnya.
e.       Tipe stelenya, protostele atau sifonostele.
f.       Bentuk dan ukuran daun.
g.      Cara berkembangbiak: seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif).
h.      Biji, bunga, buah. Ada tidaknya biji dan bunga dapat dipakai untuk menentukan keprimitifan suatu tumbuhan.
Para ahli melakukan pengklasifikasian tumbuhan dengan memperhatikan beberapa kriteria yang menjadi penentu dan selalu diperhatikan, misalnya:
a.       Organ perkembangbiakannya, apakah dengan spora atau dengan bunga.
b.      Habitus/perawakan tumbuhan waktu hidup, apakah tegak, menjalar atau merambat
c.       Bentuk dan ukuran daun,
d.      Cara berkembangbiak: seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif)

      2.            Kriteria Klasifikasi Hewan
Sama halnya dengan pengklasifikasian tumbuhan, dalam mengklasifikasikan hewan para ahli juga mengklasifikasikan dengan melihat kriteria berikut ini.
a.       Saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat rendah belum punya saluran pencernaan makanan. Sedang hewan tingkat tinggi mempunyai lubang mulut, saluran pencernaan, dan anus.
b.      Kerangka (skeleton), apakah kerangka di luar tubuh (eksoskleton) atau di dalam tubuh (endoskeleton).
c.       Anggota gerak, apakah berkaki dua, empat, atau tidak berkaki.

      3.            Kunci determinasi
Kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies. Dasar yang dipergunakan kunci determinasi ini adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kunci determinasi:
a.       Kunci harus dikotomi.
b.      Kata pertama dalam tiap pernyataan dalam 1 kuplet harus identik,
contoh:
• Tumbuhan berumah satu....
• Tumbuhan berumah dua ....
c.       Kedua pilihan atau bagian dari kuplet harus kontradiktif, sehingga satu bagian bisa diterima dan yang lain ditolak.
d.      Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal yang besifat relatif dalam kuplet, contoh: panjang daun 4-8 cm, daun besar atau kecil.
e.       Gunakan sifat-sifat yang biasa diamati.
f.       Pernyataan dari dua kuplet yang berurutan jangan dimulai dengan kata yang sama.
g.      Setiap kuplet diberi nomor.
h.      Buat kalimat pertanyaan yang pendek.
Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup. Antara makhluk hidup dengan benda tak hidup atau benda mati dibedakan dengan adanya gejala kehidupan. Makhluk hidup menunjukkan adanya ciri-ciri atau gejala-gejala kehidupan, sedangkan benda mati tidak menunjukkan gejala-gejala kehidupan. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Secara umum, ciri-ciri yang ditemukan pada makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Peserta didik mengembangkan pengetahuan dan pemahamannya melalui pengamatan dalam berdiskusi.
1. Bernapas
Setiap makhluk memerlukan energi untuk aktivitas kehidupannya. Energi itu berasal dari pembakaran zat makanan yang terjadi di dalam tubuh. Untuk pembakaran zat makanan diperlukan oksigen. Pengambilan oksigen dari udara dan penggunaannya di dalam tubuh disebut pernapasan atau respirasi. Penggunaan oksigen di dalam tubuh disebut oksidasi biologi. Untuk dapat bernapas, diperlukan alat-alat pernapasan. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru, sedangkan yang hidup di air, misalnya ikan, bernapas dengan insang. Pada makhluk hidup bersel satu dan hewan yang belum mempunyai alat pernapasan khusus, pengambilan oksigen dan pengeluaran zat karbon dioksida dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya. Pada tumbuhan, pengambilan oksigen dilalui melalui mulut daun atau stomata. Setiap saat kita bernapas, yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Kita dapat merasakan kebutuhan bernapas dengan cara menahan untuk tidak menghirup udara selama beberapa saat. Tentunya kita akan merasakan lemas sebagai tanda kekurangan oksigen.

 2. Memerlukan Makanan dan Minuman
Untuk beraktivitas, setiap makhluk hidup memerlukan energi. Dari manakah energi tersebut diperoleh? Untuk memperoleh energi tersebut, makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman. Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan air. Makanan bagi makhluk hidup sangat diperlukan untuk: a. Menghasilkan energi atau tenaga, b. Pertumbuhan, c. Mengganti sel-sel yang rusak, d. Perkembangbiakkan. Air sangat diperlukan makhluk hidup untuk menjaga stabilitas suhu tubuh dan sebagai pelarut berbagai zat didalam tubuh. Hewan dan manusia tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri. Makanan yang diperoleh makhluk hidup dari lingkungannya belum siap digunakan oleh tubuh. Oleh karena itu, makanan perlu diubah terlebih dahulu menjadi zat makanan atau nutrisi. Berbeda dengan makhluk hidup lain tumbuhan hijau dapat menyusun zat makanannya sendiri, yaitu melalui fotosintesis. Dalam proses itu diperlukan bahan seperti air dan karbon dioksida. Air dan karbon dioksida diubah menjadi senyawa karbohidrat di dalam klorofil atau butir-butir hijau daun.


 3. Bergerak
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Gerak berpindah tempat pada manusia dan hewan umumnya dapat diamati dengan mudah. Untuk berpindah tempat manusia dilengkapi alat khusus. Manusia berpindah tempat dengan kaki, kupu-kupu dan burung berpindah tempat dengan sayap dan ikan berpindah tempat dengan sirip. Gerak pada tumbuhan terjadi karena adanya peristiwa tumbuh. Akar bergerak tumbuh menembus lapisan tanah, sedangkan batang tumbuh bergerak menuju sumber cahaya. Kita dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak. Tubuh kita dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.
4. Tumbuh dan Berkembang
Perhatikan tubuhmu, samakah tinggi dan berat badanmu sekarang dengan waktu masih kecil? Hewan juga mengalami hal yang sama. Kupu-kupu bertelur, telur tersebut kemudian meneta menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kepompong berubah bentuk menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa. Tumbuh adalah pertambahan ukuran tubuh yang tidak kembali lagi ke ukuran semula. Semakin bertambah umur, semakin bertambah pula panjang atau tinggi dan berat badannya. Hal itu terjadi karena manusia mengalami pertumbuhan. Hal serupa juga terjadi pada tumbuhan. Pada saat tumbuhan baru berkecambah ukurannya tidak lebih dari 1 cm. beberapa tahun kemudian, tumbuhan tersebut akan menjadi pohon yang tingginya mencapai beberapa meter. Pertambahan ukuran tubuh makhluk hidup tersebut terjadi karena adanya penambahan jumlah serta pembesaran sel-sel penyusun tubuh.


 5. Berkembang Biak (reproduksi)
Berkembang biak atau repoduksi adalah pembentukan individu baru. Bagi makhluk hidup reproduksi berfungsi untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah. Cara berkembangbiak makhluk hidup dibedakan menjadi dua, yaitu secara kawin (seksual) dan secara tak kawin (aseksual). Ada makhluk hidup yang hanya dapat berkembang biak secara seksual dan ada yang hanya dapat berkembang biak secara aseksual. Ada pula yang dapat berkembang biak baik secara aseksual maupun seksual. Sebagai contoh kita lahir dari ayah dan ibu, ayah dan ibu kita masing-masing juga mempunyai orang tua yang kita panggil kakek, nenek dan seterusnya sehingga diperoleh keturunan. Kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan disebut dengan berkembang biak. Berkembang biak bertujuan untuk melestarikan keturunannya agar tidak punah.
6. Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas)
Bagaimanakah reaksi kita jika tiba-tiba ada sorot lampu yang sangat terang masuk? Tentu secara spontan akan segera menutup kelopak mata. Dari contoh di atas menunjukkan bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang diterima. Kemampuan menanggapi rangsangan disebut iritabilita. Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk bereaksi (peka) terhadap segala perubahan di sekitarnya. Untuk mengenali berbagai macam perubahan yang terjadi di sekitarnya, hewan dan manusia dilengkapi alat indra. Alat indra tersebut adalah telinga yang peka terhadap getaran suara, mata yang peka terhadap gas, lidah yang peka terhadap rangsangan rasa dan kulit peka terhadap sentuhan. Tumbuhan tidak mempunyai alat indra. Akan tetapi, tumbuhan mempunyai kemampuan bereaksi terhadap rangsangan lingkungannya.
daun putri malu akan mengatup ketika disentuh

7. Mengeluarkan Zat Sisa
Oksidasi biologi yang berlangsung di dalam tubuh akan menghasilkan energi zat sisa berupa air dan karbon dioksida. Jumlah zat sisa di dalam tubuh yang terus meningkat akan membahayakan tubuh. Oleh karena itu, zat sisa tesebut harus dikeluarkan. Proses pengeluaran zat sisa dari dalam tubuh ke lingkungannya dinamakan pengeluaran atau ekskresi. Pada protozoa dan hewan tingkat rendah, zat sisa dikeluarkan melalui seluruh permukaan tubuh. Pada hewan tingkat tinggi pengeluaran zat sisa dilakukan oleh alat khusus. Pada vertebrata alat ekskresinya berupa ginjal, kulit, dan paru-paru. Pada serangga alat pengeluarannya berupa buluh Malpighi. Sementara itu, pengeluaran zat sisa pada tumbuhan adalah melalui stomata.
8. Mampu beradaptasi dengan lingkungan
Setiap makhluk hidup hanya dapat hidup dengan baik pada lingkungan yang sesuai. Tumbuhan tropis dapat hidup dengan baik pada suhu lingkungan antara 10-40 0C. tumbuhan di daerah kutub dapat hidup dengan baik pada suhu lingkungan antara 5-15 0C. ikan dapat hidup dengan baik pada lingkungan air yang bersuhu 10-30 0C. pada lingkungan air yang bersuhu lebih atau kurang dari suhu tersebut kahidupan ikan akan terganggu. Manusia merupakan satu-satunya makhluk di ala mini yang mempunyai akal dan pikiran. Dengan kemampuan itu, manusia dapat bertahan pada berbagai suhu lingkungan karena dapat mengubah suhu lingkungan sesuai dengan kebutuhannya
Bunglon mengubah warna tubuhnya ketika menempel pada tangkai bunga

Rabu, 02 April 2014


KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Keanekaragaman adalah ciri utama kehidupan. Para ahli biologi sudah mengidentifikasi dan memberi nama sekitar 1,5 juta spesies termasuk di dalamnya lebih dari 260.000 tumbuhan, hampir 50.000 vertebrata, dan lebih dari 750.000 serangga. Ribuan spesies yang baru ditemukan menambah daftar tersebut setiap tahunnya. Diperkirakan jumlah totalnya adalah 5 juta sampai lebih dari 100 juta.
Jika kehidupan beranekaragamnya, bagaimana biologi memiliki perangkat untuk menyatukannya? Misalnya adakah persamaan antara kapang, pohon, dan manusia? Ternyata sangat banyak. Dibalik keberagaman makhluk hidup ini terdapat persamaan, terutama pada tingkat organisasi yang lebih rendah. Misalnya dapat dilihat dari kemiripan tertentu yang terdapat pada struktur sel. Kesatuan juga tampak pada jelas pada kode genetik umum yang digunakan bersama oleh organisme. Ekspresi yang berbeda-beda dari kode genetik inilah yang menghasilkan keberagaman makhluk hidup.
Keberagaman makhluk hidup perlu dijaga, tapi hal ini kadang-kadang juga sedikit membingungkan. Agar keberagaman tidak sulit dipahami, manusia cenderung menggolongkan spesies yang mirip dalam satu kelompok. Taksonomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan penamaan dan klasifikasi spesies, mengelompokkan organisme berdasarkan skema yang lebih formal. Skema tersebut terdiri atas tingkatan klasifikasi yang bermacam-macam. Setiap tingkatan lebih luas cakupannya dibandingkan dengan tingkatan yang di bawahnya.
Cabang biologi seperti botani dan zoologi memerlukan data atau gambaran menyeluruh tentang hewan dan tumbuhan yang ada di bumi ini. Sebagian hewan dan tumbuhan telah diidentifikasi dan diberi nama, tapi sebagian lagi belum. Jika keanekaragaman hayati dipelajari tanpa klasifikasi, sangat mungkin tejadi kerancuan pengertian suatu jenis makhluk hidup, misalnya nama burung gereja, di negara satu berbeda dengan di negara lain. Untuk mempelajari makhluk hidup tersebut perlu dilakukan klasifikasi (pengelompokan) guna memperoleh gambaran yang jelas secara mudah. Dalam satu negara sering pula dijumpai spesies hewan atau tumbuhan memiliki nama daerah berbeda, misalnya pisang di Jawa Tengah dikenal dengan gedang, di Jawa Barat disebut dengan cau, sedang gedang di Jawa Barat yang dimaksud adalah pepaya.
Tujuan dan Manfaat klasifikasi
Tujuan umum klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Tujuan khusus atau tujuan lain dari klasifikasi makhluk hidup adalah sebagai berikut:
a.       Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki
b.   Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhlup hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup sari jenis yang lain
c.       Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
d.      Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
Adapun manfaatnya adalah:
a.       Untuk penelitian lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi dapat dimanfaatkan.
b.      Untuk dipelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati di masa mendatang.
c.       Untuk mengetahui hubungan antara organisme satu dengan lainnya.

Rabu, 19 Maret 2014

Klasifikasi zat yang terdiri dari unsur, senyawa, dan campuran.
1. Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa (bukan reaksi nuklir)
Lambang unsur terdiri dari satu huruf besar atau satu huruf besar diikuti huruf kecil. Beberapa lambang unsur diambil dari huruf pertama unsur tersebut, misalnya nitrogen (N), oksigen (O2), hidrogen (H). Mengapa emas diberi lambang Au? Au berasal dari nama latin dari emas “Aurum”. Fe merupakan lambang unsur besi yang diambil dari “Ferum”, Ag meruakan lambang perak yang diambil dari kata “Argentum”. Penulisan lambang unsur selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Aturan dalam menuliskan lambang unsur:
1. Jika suatu unsur dilambangkan dengan satu huruf, maka harus digunakan huruf kapital, misalnya oksigen (O), hidrogen (H), karbon (C).
2. Jika suatu unsur dilambangkan lebih satu huruf, maka huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf berikutnya menggunakan huruf kecil, misalnya seng (Zn), emas (Au), tembaga (Cu). Kobalt dilambangkan Co, bukan CO. CO bukan lambang unsur, tetapi lambang senyawa dari karbon monoksida yang tersusun dari unsur karbon (C) dan oksigen (O).
                     Bola lampu tersusun dari kawat pijar dari walfram (W) dan tembaga (Cu).
2. Senyawa
Senyawa  adalah zat  tunggal  yang  tersusun dari dua  unsur  atau  lebih.
                                    Gula pasir tersusun dari karbon, oksigen,dan hidrogen
Karbon merupakan padatan berwarna hitam. Dalamkehidupan sehari-hari kita kenal dengan arang. Hidrogendan oksigen merupakan gas yang mudah terbakar. Ketigaunsur tersebut dengan reaksi kimia dapat bergabungmembentuk gula pasir yang berupa padatan putih yangrasanya manis. Sifat dari gula sangat berbeda dengan sifatkarbon, hidrogen dan oksigen. Gula merupakan senyawa,sedangkan karbon, hidrogen, oksigen merupakan unsurpembentuknya. Jadi senyawa adalah zat yang terbentuk dariunsur-unsur melalui reaksi kimia. Sifat senyawa berbedadengan sifat unsur pembentuknya.
Senyawa merupakan zat tunggal yang tidak dapatdipisahkan dengan cara fisika. Senyawa dapat dipisahkanmenjadi unsur-unsurnya atau menjadi senyawa yang lebihsederhana melalui reaksi kimia. Air dapat dipisahkanmenjadi oksigen dan hidrogen dengan cara elektrolisis(Gambar 2.4). Gula pasir jika direaksikan dengan asam sulfat akan terurai menjadi karbon (Gambar 2.5)
3. Campuran
 yaitu gabungan beberapa zat tanpa melalui reaksi kimia
 Udara yang kita hirup merupakan contoh campuran. Di dalam udara tercampur beberapa gas, seperti gas nitrogen, gas oksigen, gas karbon dioksida dan gas-gas lain. Udara bersih maupun udara tercemar merupakan campuran. Udara yang segar mempunyai komposisi oksigen yang lebih besar dibandingkan dengan udara yang tercemar. Komposisi zat-zat pembentuk campuran tidak tertentu dan sembarang.
 Air garam terlihat seperti air dan terasa asin. Partikelpartikelgaram tetap ada di dalam air tetapi kamu tidak
dapat melihat partikel-partikel garam tersebut meskipunmenggunakan mikroskop. Suatu bahan seperti air garamyang mempunyai dua atau lebih zat yang tersebar meratadisebut campuran homogen. Alkohol 70% yang dijual diapotik merupakan disinfektan umum.Alkohol ini terlihat jernih meskipun
terbentuk dari partikel alkohol dalam air.Alkohol 70% tersebut merupakan contoh laindari campuran homogen.Nama lain dari campuran homogenadalah larutan. Campuran homogen antara airdan gula dinamakan larutan gula, campuranhomogen antara air dan garam dapur dinamakan larutan garam dapur. Ukuran partikel dalam larutan sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat meskipun dengan mikroskop

Rabu, 26 Februari 2014

Assalamu'alaikum wr. wb.

PAGI Kawan ! :)

Ada sedikit informasi nih tentang Kandungan Gizi dalam Labu Siam. Labu Siam yang biasanya hanya diolah sebagai sayur ternyata memiliki banyak manfaat hlo.. Ini adalah Informasi Gizi dalam labu siam :

Labu Siam

Informasi Gizi per 100 gram (g)
Energi 71 kj
17 kkal
Lemak 0,13 g
Lemak Jenuh 0,028 g
Lemak tak Jenuh Ganda 0,057 g
Lemak tak Jenuh Tunggal 0,01 g
Kolesterol 0 mg

Protein
0,82 g
Karbohidrat 3,9 g
Serat 1,7 g
Gula 1,85 g
Sodium 2 mg
Kalium 125 mg

Rincian Kalori:
Karbohidrat (82%)
Lemak (6%)
Protein (12%) 

Ringkasan Gizi:

Kal
17

Lemak
0,13g

Karb
3,9g

Prot
0,82g
Terdapat 17 kalori dalam Labu Siam (100 gram).
Rincian Kalori: 6% lemak, 82% karb, 12% prot.

Ukuran porsi umum:

Ukuran Porsi Kalori
1 ons 5
100 gram (g) 17
1 mangkok (potongan 2,5 cm) 22
1 labu siam (14,5 cm) 35
1 pound 77

Selasa, 25 Februari 2014

Ohayu gozaimasu ! :D