Rabu, 16 April 2014

A. Klasifikasi Tumbuhan
Berdasarkan morfologi atau susunan tubuh, tumbuhan dapat dibedakan lagi atas dua jenis kelompok besar yakni:
1. Tumbuhan Tidak Berpembuluh (Thallophyta) yang meliputi Lumut (Bryophyta).
2. Tumbuhan Berpembuluh (Tracheophyta) yang meliputi Paku-pakuan (Pteridophyta) dan Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta).

Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak memiliki berkas pengangkut dan belum bisa dibedakan antara akar, batang, serta daun; misalnya tumbuhan lumut. Kelompok tumbuhan lumut (Bryophyta) cirinya belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Struktur yang menyerupai akar disebut rhizoid, berspora, dan berklorofil.

Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki berkas pengangkut, dan sudah dapat dibedakan antara akar, batang, serta daun. Tumbuhan berpembuluh disebut dengan tumbuhan berkormus. Tumbuhan berkormus terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok kormofita berspora dan kormofita berbiji. Kormofita berbiji mempunyai bunga dan biji. Kormofita berspora tidak mempunyai bunga misalnya tumbuhan paku (Pteridophyta). Kelompok paku memiliki ciri mempunyai akar, batang, dan daun sejati, tidak berbunga, serta tidak berbiji. Ciri lain dari tumbuhan paku adalah daun muda yang menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora disebut dengan sporofil dan ada pula daun yang tidak menghasilkan spora disebut dengan tropofil.

Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (1) berbiji terbuka karena bijinya tidak dibungkus oleh daun buah. Alat reproduksi berupa bangun kerucut yang disebut strobilus, ada dua yaitu strobilus jantan dan betina; (2) batang besar dan berkambium; (3) berakar tunggang dan serabut; (4) daun selalu hijau, sempit, tebal dan kaku. Contoh tumbuhan berbiji terbuka adalah juniper, cemara, damar, pinus, belinjo, dan pakis haji.
Damar

pinus

cemara

Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) memiliki bakal biji atau biji berada di dalam struktur yang tertutup oleh daun buah (carpels). Daun buah dikelilingi oleh alat khusus yang membentuk struktur pembiakan majemuk yang disebut bunga. Contoh tumbuhan berbiji tertutup adalah mangga, jambu, alpukat, anggur, apel.



Tumbuhan Angiospermae ada dua yaitu tumbuhan berkeping satu (monokotil) yang dapat diamati berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut: memiliki satu keping daun lembaga, berakar serabut, batang tidak bercabang, tidak berkambium, berkas pembuluh pengangkut tersebar, tulang daun sejajar atau melengkung, kelopak bunga pada umumnya kelipatan tiga. Tumbuhan berkeping dua (dikotil) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: memiliki dua keping daun lembaga, berakar tunggang, batang bercabang dan berkambium, tulang daunnya menjari atau menyirip, berkas pengangkut tersusun dalam satu lingkaran, kelopak bunga kelipatan empat atau lima.


B. Klasifikasi Hewan
Hewan secara umum masuk ke dalam kelompok metazoa yang diklasifikasikan menjadi invertebrata dan vertebrata. Manusia termasuk ke dalam vertebrata.
1. Hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata)
Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi 5 kelompok, yaitu hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), cacing pipih (Platyheminthes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing berbuku-buku (Annelida), hewan lunak (Mollusca), hewan berkulit duri (Echinodermata) dan hewan dengan kaki beruas-ruas (Arthropoda).
a. Porifera adalah hewan yang mempunyai pori-pori. Hewan ini tubuhnya seperti spons. Habitatnya di perairan, warna tubuhnya bermacam-macam merah, kuning dan hijau. Contoh hewan Porifera: Spongilla, Euspongia, Poterion, Scypha.



b. Coelenterata adalah hewan yang berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa. Pada permukaan tentakel terdapat sel beracun yang menyengat. Tubuhnya ada yang berbentuk polip dan menempel pada tempat hidupnya, dan ada yang berbentuk medusa yang bergerak aktif melayanglayang di air seperti payung. Ubur-ubur, bunga karang, Obelia, Hydra, Anemon adalah contoh hewan Coelenterata.


c. Cacing (vermes) adalah hewan bertubuh lunak, tak bercangkang dan tubuhnya simetris bilateral. Berdasarkan bentuk tubuhnya, cacing dibagi menjadi 3 kelompok yaitu cacing pipih (Platyheminthes) contoh cacing hati, cacing pita; cacing gilig (Nemathelminthes) tubuhnya bulat panjang dan tidak bersegmen, contoh: cacing perut, cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang
(Annelida) tubuhnya beruas-ruas seperti cincin, contoh cacing tanah, lintah, dan pacet.



d. Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, banyak lendirnya dan terbungkus olehmantel. Jenis Molluscada ada yang memiliki cangkang berfungsi untuk melindungi tubuh.Habitatnya di darat dan air. Contoh hewan Mollusca adalah cumi-cumi,gurita, siput, kerang, tiram, dan remis.



e. Echinodermata adalah hewan yang tubuhnya diselimuti duri, ada empengan zat kapur/zat kitin yang keras. Tubuh simetri radial dengan lima lengan Pada tubuhnya terdapat sistem ambulakral untuk alat gerak, bernapas,dan menangkap mangsa. Ada 5 kelas yaitu Asteroidea (contoh bintang laut),Echinoidea (contoh landak laut, bulu babi), Ophiuroidea (contoh bintang ular),Crinoidea (contoh lilia laut), dan Holothuroidea (contoh tripang laut).




f. Arthropoda adalah hewan berbuku-buku, tubuhnya dibedakan atas kepala,dada dan perut, tubuh terbungkus zat kitin yang keras, memiliki alat indrayang peka terhadap sentuhan dan bau-bauan, memiliki mata faset yaitu matamajemuk terdiri atas beribu-ribu mata kecil berbentuk segi enam. Arthropoda dikelompokkan dalam 4 kelas : Insecta (serangga) contohnya belalang,lebah, kumbang; Crustacea (udang-udangan) contohnya udang, kepiting,rajungan; Arachnoidea (laba-laba) contohnya: laba-laba, kalajengking, kutu,caplak; Myriapoda (lipan) contohnya; kelabang, kaki seribu.





2. Hewan bertulang belakang (Vertebrata)
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Kelompok hewan Vertebrata memiliki kolumna vertebralis (ruas-ruas tulang belakang). Korda dorsalis (kerangka sumbu primer = notokorda) hanya terdapat pada masa tingkatan embrio. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). Vertebrata disebut juga Craniata karena semua hewan vertebrata sudah memiliki otak, yang terlindung dalam Kranium (tulang-tulang tengkorak).
    Klasifikasi Vertebrata
1.      Kelas Pisces (Ikan)
Pisces merupakan kelompok vertebrata yang hidup di perairan dengan menggunakan sirip untuk bergerak dan menjaga keseimbangan tubuh dan memiliki jumlah spesies yang beraneka ragam.
Ciri-ciri kelas Pisces (ikan) adalah berdarah dingin (poikilonterm), habitat air tawar, payau, atau di laut, bernapas dengan insang, alat gerak berupa sirip, jantung terdiri dari 2 ruang, dan reproduksinya generatif (pembuahan di luar tubuh).
Bentuk tubuh ikan antara jenis yang satu dengan jenis lainnya berbeda-beda. Perbedaan bentuk tubuh ini pada umumnya disebabkan oleh adanya adaptasi terhadap habitat dan cara hidupnya. Bentuk-bentuk tubuh ikan dibagi menjadi dua yakni:
a)      Simetri bilateral yaitu, ikan yang apabila dibelah di tengah dengan potongan sagital, maka akan mendapatkan hasil yang sama antara bagian kiri dan kanan.
b)      Non simetri bilateral yaitu, ikan apabila dibelah di tengah dengan potongan sagital, maka akan mendapatkan hasil yang berbeda.
Ikan digolongkan menjadi 2 ordo sebagai berikut:
a)      Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes), Contoh: ikan pari, ikan hiu, ikan cucut.
b)      Ikan bertulang sejati (Osteichthyes), Contoh: Ikan bandeng, ikan tengiri, ikan tongkol, ikan kakap.


2.      Kelas Aves (Burung)
Aves (burung) adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal), sedangkan hewan lainnya tidak ada yang berbulu. Aves (burung) adalah vertebrata yang dapat terbang, karena mempunyai sayap yang merupakan modifikasi anggota gerak anterior.
Secara umum, tubuh aves (burung) terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Ciri-ciri pada burung antara lain:
a.       Tubuhnya tertutup oleh bulu yang khas yang terbuat dari keratin. Leher diselubungi bulu-bulu jenis plumula, dan memiliki kelenjar minyak.
b.      Mulut burung tidak bergigi. Paruh burung diselubungi zat tanduk yang dibentuk oleh maksila (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Pada pangkal paruh terdapat tonjolan ke atas dari kulit lunak, disebut sera.
c.       Struktur tulang menyerupai sarang lebah sehingga kerangkanya kuat namun ringan.
d.      Memiliki alat suara (siring) pada percabangan trakea.
e.       Aves (burung) termasuk homoiterm (hewan berdarah panas). Suhu tubuh tetap, ±40,5o– 42oC.
f.       Habitat aves (burung) di daratan sampai ketinggian ±6.000 m. Aves (burung) ada yang menetap, ada pula yang bermigrasi.
g.      Kaki pada aves (burung) digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang (dengan selaput interdigital).
Aves dapat dibagi menjadi beberapa ordo antara lain:
a.    Ordo Ciconiformes : Flamingo , Kuntul , Bangau , Ibis , Hemimerkop
b.   Galliformes : Merak , Maleo , Currasow , Grose , Guinea Fowl
c.    Gaviformes : Diver
d.   Struthioformes : Burung Onta
e.    Rheaformes : Burung Rhea


3.      Kelas Amfibi
    Amfibi adalah jenis hewan vertebrata yang pada umumnya hidup di dua alam, yaitu darat dan air. Biasanya amfibi akan bertelur di dalam air, atau sering juga menempatkan telurnya di tempat yang memiliki tingkar kelembaban yang tinggi. Setelah menetas larva atau berudu akan hidup di dalam air atau tempat yang basah dan bernafas menggunakan dengan insang. Selanjutnya berudu tersebut akan mengalami metamorfosis dan nantinya akan menjadi hewan dewasa yang hidup di daratan dan bernafas menggunakan paru-paru. Amfibi adalah hewan berdarah dingin. Mereka tidak bisa mengatur suhu tubuh mereka sendiri. Amfibi tidak memiliki sisik dan kulit mereka permeabel (molekul dan gas dapat melewati).
Amphibi dapat dibagi menjadi beberapa ordo :
1.      Ordo Gymnofphyona / Apoda (amphibia tidak berkaki tetapi memiliki ekor). Species : Salamander cacing (ichtyo phisgentmosus)
2.      Ordo Anura (amphibia tidak berekor tetapi memiliki kaki). Famili : Ranidae Species : Katak hijau besar (Rana macrodont ) Familia Bufoidae Species : katak buduk ( Bufo melanogaster)
3.      Ordo Urodela / candata (amphibia yang berekor dan berkaki). Familia : pretidae Species : Necturus onaculanu dan Familia : crypto bran chidae Species : salamander air (ripto bronchus akeganiesis)

4.      Kelas Reptil

Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin) yang berfungsi untuk mencegah kekeringan. Ciri-ciri kelas Reptilia adalah bergerak melata dengan otot perut atau kaki, berdarah dingin (poikiloterm), bernapas dengan paru-paru, berkembang biak dengan kawin (bertelur atau beranak), dan jantung terdiri atas 4 ruang. Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang), Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah). (Sukajiyah,2012)
1.      Chelonia
Kura-kura memiliki cangkangnya yang umumnya keras, suatu adaptasi yang melindungi diri dari predator, benar-benar turut membantu keberhasiln jangka panjang tersebut. Tubuh terlindung oleh dinding kuat yang terdiri dari karapaks, untuk menyembunyikan tubuh dari musuh, contoh: kura-kura (chelonia mydas), penyu, bulus. (Campbell,2001)
2.      Squamata
Ordo Squamata dibagi menjadi 2 subordo yaitu Subordo Lacertilia dan Subordo sarpenter. Adapun Subordo Lacertilia contohnya cicak (Hemidactylus sp), tokek (Gecko gecko), kadal (Mabuaya sp), bonglon (Calotes sp), biawak (Varanus salvator), komodo (Varanus komodoensis). Subordo sarpenter (ular), contohnya ular sendok (Naya spatatrik), ular sawah (Pytas korros). (Hafizul Hamdi,2013)
3.      Crocodilia
Buaya dan aligator (crocodilian) merupakan sebagian dari reptilia hidup yang paling besar (beberapa kura-kura berbobot lbih berat). Di antara hewan modern yang secara tradisional diklasifikasikan sebagai reptilia, hewan crocodilian adalah yang paling dekat hubungannya dengan dinosarus. (Campbell,2001)
5.      Kelas Mamalia

Mammalia adalah hewan mempunyai kelenjar susu, otak berkembang paling sempurna, menyusui anaknya, berdarah panas (homoioterm), bernapas dengan paru-paru, tubuh dan kulit ditumbuhi rambut (Champbell, 2005).
Dari literatur lain, mamalia dapat diklasifikasikan menjadi hewan noktural (aktif malam hari) dan hewan diurnal (aktif siang hari). berdasarkan tempat hidupnya dapat diklasifikasikan menjadi hewan arboreal (hidup di pohon) dan terstial (hidup di darat), berdasarkan jenis makanannya dapat diklasifikasikan menjadi hewan browser (memakan pucuk daun), hewan grasser (pemakan rumput), dan tergolong herbivora, karnivora, dan omnivora (Tim Pengabdi Ekosistem Hutan, 2005).
Beberapa subordo Mamalia antara lain (Eko Prastio R, 2008):
1.      Monotremata (Mamalia bertelur), contohnya Plathypus sp, Ornithoryncus sp. (cungur bebek).
2.      Marsupialia (Mamalia berkantung), contohnya kanguru dan koala.
3.      Insectivora (Mamalia pemakan serangga), contohnya tikus curut.
4.      Chiroptera (Mamalia bersayap), contohnya kalelawar, kalong.
5.      Pholidoda (Mamalia tidak bergigi), contohnya trenggiling.
6.      Rodentia (Mamalia pengerat), contohnya tikus, marmut, tupsi.


Untuk memahami lebih jelas, mari kita saksikan video berikut :


0 komentar:

Posting Komentar