Rabu, 16 April 2014

A. Klasifikasi Tumbuhan
Berdasarkan morfologi atau susunan tubuh, tumbuhan dapat dibedakan lagi atas dua jenis kelompok besar yakni:
1. Tumbuhan Tidak Berpembuluh (Thallophyta) yang meliputi Lumut (Bryophyta).
2. Tumbuhan Berpembuluh (Tracheophyta) yang meliputi Paku-pakuan (Pteridophyta) dan Tumbuhan Berbiji (Spermatophyta).

Tumbuhan tidak berpembuluh adalah tumbuhan yang tidak memiliki berkas pengangkut dan belum bisa dibedakan antara akar, batang, serta daun; misalnya tumbuhan lumut. Kelompok tumbuhan lumut (Bryophyta) cirinya belum mempunyai akar, batang, dan daun sejati. Struktur yang menyerupai akar disebut rhizoid, berspora, dan berklorofil.

Tumbuhan berpembuluh adalah tumbuhan yang memiliki berkas pengangkut, dan sudah dapat dibedakan antara akar, batang, serta daun. Tumbuhan berpembuluh disebut dengan tumbuhan berkormus. Tumbuhan berkormus terdiri atas dua kelompok yaitu kelompok kormofita berspora dan kormofita berbiji. Kormofita berbiji mempunyai bunga dan biji. Kormofita berspora tidak mempunyai bunga misalnya tumbuhan paku (Pteridophyta). Kelompok paku memiliki ciri mempunyai akar, batang, dan daun sejati, tidak berbunga, serta tidak berbiji. Ciri lain dari tumbuhan paku adalah daun muda yang menggulung. Daun tumbuhan paku ada yang menghasilkan spora disebut dengan sporofil dan ada pula daun yang tidak menghasilkan spora disebut dengan tropofil.

Tumbuhan berbiji terbuka (Gymnospermae) mempunyai ciri-ciri sebagai berikut: (1) berbiji terbuka karena bijinya tidak dibungkus oleh daun buah. Alat reproduksi berupa bangun kerucut yang disebut strobilus, ada dua yaitu strobilus jantan dan betina; (2) batang besar dan berkambium; (3) berakar tunggang dan serabut; (4) daun selalu hijau, sempit, tebal dan kaku. Contoh tumbuhan berbiji terbuka adalah juniper, cemara, damar, pinus, belinjo, dan pakis haji.
Damar

pinus

cemara

Tumbuhan berbiji tertutup (Angiospermae) memiliki bakal biji atau biji berada di dalam struktur yang tertutup oleh daun buah (carpels). Daun buah dikelilingi oleh alat khusus yang membentuk struktur pembiakan majemuk yang disebut bunga. Contoh tumbuhan berbiji tertutup adalah mangga, jambu, alpukat, anggur, apel.



Tumbuhan Angiospermae ada dua yaitu tumbuhan berkeping satu (monokotil) yang dapat diamati berdasarkan ciri-ciri sebagai berikut: memiliki satu keping daun lembaga, berakar serabut, batang tidak bercabang, tidak berkambium, berkas pembuluh pengangkut tersebar, tulang daun sejajar atau melengkung, kelopak bunga pada umumnya kelipatan tiga. Tumbuhan berkeping dua (dikotil) memiliki ciri-ciri sebagai berikut: memiliki dua keping daun lembaga, berakar tunggang, batang bercabang dan berkambium, tulang daunnya menjari atau menyirip, berkas pengangkut tersusun dalam satu lingkaran, kelopak bunga kelipatan empat atau lima.


B. Klasifikasi Hewan
Hewan secara umum masuk ke dalam kelompok metazoa yang diklasifikasikan menjadi invertebrata dan vertebrata. Manusia termasuk ke dalam vertebrata.
1. Hewan tidak bertulang belakang (Avertebrata)
Hewan tidak bertulang belakang dikelompokkan menjadi 5 kelompok, yaitu hewan berpori (Porifera), hewan berongga (Coelenterata), cacing pipih (Platyheminthes), cacing gilig (Nemathelminthes), cacing berbuku-buku (Annelida), hewan lunak (Mollusca), hewan berkulit duri (Echinodermata) dan hewan dengan kaki beruas-ruas (Arthropoda).
a. Porifera adalah hewan yang mempunyai pori-pori. Hewan ini tubuhnya seperti spons. Habitatnya di perairan, warna tubuhnya bermacam-macam merah, kuning dan hijau. Contoh hewan Porifera: Spongilla, Euspongia, Poterion, Scypha.



b. Coelenterata adalah hewan yang berongga, mempunyai tentakel untuk menangkap mangsa. Pada permukaan tentakel terdapat sel beracun yang menyengat. Tubuhnya ada yang berbentuk polip dan menempel pada tempat hidupnya, dan ada yang berbentuk medusa yang bergerak aktif melayanglayang di air seperti payung. Ubur-ubur, bunga karang, Obelia, Hydra, Anemon adalah contoh hewan Coelenterata.


c. Cacing (vermes) adalah hewan bertubuh lunak, tak bercangkang dan tubuhnya simetris bilateral. Berdasarkan bentuk tubuhnya, cacing dibagi menjadi 3 kelompok yaitu cacing pipih (Platyheminthes) contoh cacing hati, cacing pita; cacing gilig (Nemathelminthes) tubuhnya bulat panjang dan tidak bersegmen, contoh: cacing perut, cacing kremi, cacing tambang, cacing gelang
(Annelida) tubuhnya beruas-ruas seperti cincin, contoh cacing tanah, lintah, dan pacet.



d. Mollusca adalah hewan bertubuh lunak, banyak lendirnya dan terbungkus olehmantel. Jenis Molluscada ada yang memiliki cangkang berfungsi untuk melindungi tubuh.Habitatnya di darat dan air. Contoh hewan Mollusca adalah cumi-cumi,gurita, siput, kerang, tiram, dan remis.



e. Echinodermata adalah hewan yang tubuhnya diselimuti duri, ada empengan zat kapur/zat kitin yang keras. Tubuh simetri radial dengan lima lengan Pada tubuhnya terdapat sistem ambulakral untuk alat gerak, bernapas,dan menangkap mangsa. Ada 5 kelas yaitu Asteroidea (contoh bintang laut),Echinoidea (contoh landak laut, bulu babi), Ophiuroidea (contoh bintang ular),Crinoidea (contoh lilia laut), dan Holothuroidea (contoh tripang laut).




f. Arthropoda adalah hewan berbuku-buku, tubuhnya dibedakan atas kepala,dada dan perut, tubuh terbungkus zat kitin yang keras, memiliki alat indrayang peka terhadap sentuhan dan bau-bauan, memiliki mata faset yaitu matamajemuk terdiri atas beribu-ribu mata kecil berbentuk segi enam. Arthropoda dikelompokkan dalam 4 kelas : Insecta (serangga) contohnya belalang,lebah, kumbang; Crustacea (udang-udangan) contohnya udang, kepiting,rajungan; Arachnoidea (laba-laba) contohnya: laba-laba, kalajengking, kutu,caplak; Myriapoda (lipan) contohnya; kelabang, kaki seribu.





2. Hewan bertulang belakang (Vertebrata)
Vertebrata adalah golongan hewan yang memiliki tulang belakang. Kelompok hewan Vertebrata memiliki kolumna vertebralis (ruas-ruas tulang belakang). Korda dorsalis (kerangka sumbu primer = notokorda) hanya terdapat pada masa tingkatan embrio. Tulang belakang berasal dari perkembangan sumbu penyokong tubuh primer atau notokorda (korda dorsalis). Notokorda vertebrata hanya ada pada masa embrionik, setelah dewasa akan mengalami penulangan menjadi sistem penyokong tubuh sekunder, yaitu tulang belakang (vertebrae). Vertebrata disebut juga Craniata karena semua hewan vertebrata sudah memiliki otak, yang terlindung dalam Kranium (tulang-tulang tengkorak).
    Klasifikasi Vertebrata
1.      Kelas Pisces (Ikan)
Pisces merupakan kelompok vertebrata yang hidup di perairan dengan menggunakan sirip untuk bergerak dan menjaga keseimbangan tubuh dan memiliki jumlah spesies yang beraneka ragam.
Ciri-ciri kelas Pisces (ikan) adalah berdarah dingin (poikilonterm), habitat air tawar, payau, atau di laut, bernapas dengan insang, alat gerak berupa sirip, jantung terdiri dari 2 ruang, dan reproduksinya generatif (pembuahan di luar tubuh).
Bentuk tubuh ikan antara jenis yang satu dengan jenis lainnya berbeda-beda. Perbedaan bentuk tubuh ini pada umumnya disebabkan oleh adanya adaptasi terhadap habitat dan cara hidupnya. Bentuk-bentuk tubuh ikan dibagi menjadi dua yakni:
a)      Simetri bilateral yaitu, ikan yang apabila dibelah di tengah dengan potongan sagital, maka akan mendapatkan hasil yang sama antara bagian kiri dan kanan.
b)      Non simetri bilateral yaitu, ikan apabila dibelah di tengah dengan potongan sagital, maka akan mendapatkan hasil yang berbeda.
Ikan digolongkan menjadi 2 ordo sebagai berikut:
a)      Ikan bertulang rawan (Chondrichthyes), Contoh: ikan pari, ikan hiu, ikan cucut.
b)      Ikan bertulang sejati (Osteichthyes), Contoh: Ikan bandeng, ikan tengiri, ikan tongkol, ikan kakap.


2.      Kelas Aves (Burung)
Aves (burung) adalah vertebrata dengan tubuh yang ditutupi oleh bulu (asal epidermal), sedangkan hewan lainnya tidak ada yang berbulu. Aves (burung) adalah vertebrata yang dapat terbang, karena mempunyai sayap yang merupakan modifikasi anggota gerak anterior.
Secara umum, tubuh aves (burung) terdiri atas kepala, leher, badan, dan ekor. Ciri-ciri pada burung antara lain:
a.       Tubuhnya tertutup oleh bulu yang khas yang terbuat dari keratin. Leher diselubungi bulu-bulu jenis plumula, dan memiliki kelenjar minyak.
b.      Mulut burung tidak bergigi. Paruh burung diselubungi zat tanduk yang dibentuk oleh maksila (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Pada pangkal paruh terdapat tonjolan ke atas dari kulit lunak, disebut sera.
c.       Struktur tulang menyerupai sarang lebah sehingga kerangkanya kuat namun ringan.
d.      Memiliki alat suara (siring) pada percabangan trakea.
e.       Aves (burung) termasuk homoiterm (hewan berdarah panas). Suhu tubuh tetap, ±40,5o– 42oC.
f.       Habitat aves (burung) di daratan sampai ketinggian ±6.000 m. Aves (burung) ada yang menetap, ada pula yang bermigrasi.
g.      Kaki pada aves (burung) digunakan untuk berjalan, bertengger, atau berenang (dengan selaput interdigital).
Aves dapat dibagi menjadi beberapa ordo antara lain:
a.    Ordo Ciconiformes : Flamingo , Kuntul , Bangau , Ibis , Hemimerkop
b.   Galliformes : Merak , Maleo , Currasow , Grose , Guinea Fowl
c.    Gaviformes : Diver
d.   Struthioformes : Burung Onta
e.    Rheaformes : Burung Rhea


3.      Kelas Amfibi
    Amfibi adalah jenis hewan vertebrata yang pada umumnya hidup di dua alam, yaitu darat dan air. Biasanya amfibi akan bertelur di dalam air, atau sering juga menempatkan telurnya di tempat yang memiliki tingkar kelembaban yang tinggi. Setelah menetas larva atau berudu akan hidup di dalam air atau tempat yang basah dan bernafas menggunakan dengan insang. Selanjutnya berudu tersebut akan mengalami metamorfosis dan nantinya akan menjadi hewan dewasa yang hidup di daratan dan bernafas menggunakan paru-paru. Amfibi adalah hewan berdarah dingin. Mereka tidak bisa mengatur suhu tubuh mereka sendiri. Amfibi tidak memiliki sisik dan kulit mereka permeabel (molekul dan gas dapat melewati).
Amphibi dapat dibagi menjadi beberapa ordo :
1.      Ordo Gymnofphyona / Apoda (amphibia tidak berkaki tetapi memiliki ekor). Species : Salamander cacing (ichtyo phisgentmosus)
2.      Ordo Anura (amphibia tidak berekor tetapi memiliki kaki). Famili : Ranidae Species : Katak hijau besar (Rana macrodont ) Familia Bufoidae Species : katak buduk ( Bufo melanogaster)
3.      Ordo Urodela / candata (amphibia yang berekor dan berkaki). Familia : pretidae Species : Necturus onaculanu dan Familia : crypto bran chidae Species : salamander air (ripto bronchus akeganiesis)

4.      Kelas Reptil

Reptilia (dalam bahasa latin, reptil = melata) memiliki kulit bersisik yang terbuat dari zat tanduk (keratin) yang berfungsi untuk mencegah kekeringan. Ciri-ciri kelas Reptilia adalah bergerak melata dengan otot perut atau kaki, berdarah dingin (poikiloterm), bernapas dengan paru-paru, berkembang biak dengan kawin (bertelur atau beranak), dan jantung terdiri atas 4 ruang. Reptilia mencakup tiga ordo besar yaitu Chelonia atau Testudines (reptilia bercangkang), Squamata atau Lepidosauria (reptilia dengan kulit bersisik) , dan Crocodilia (bangsa buaya). Bangsa kura-kura mempunyai cangkang (perisai) yang keras disebut dengan karapaks (bagian atas) dan plastron (bagian bawah). (Sukajiyah,2012)
1.      Chelonia
Kura-kura memiliki cangkangnya yang umumnya keras, suatu adaptasi yang melindungi diri dari predator, benar-benar turut membantu keberhasiln jangka panjang tersebut. Tubuh terlindung oleh dinding kuat yang terdiri dari karapaks, untuk menyembunyikan tubuh dari musuh, contoh: kura-kura (chelonia mydas), penyu, bulus. (Campbell,2001)
2.      Squamata
Ordo Squamata dibagi menjadi 2 subordo yaitu Subordo Lacertilia dan Subordo sarpenter. Adapun Subordo Lacertilia contohnya cicak (Hemidactylus sp), tokek (Gecko gecko), kadal (Mabuaya sp), bonglon (Calotes sp), biawak (Varanus salvator), komodo (Varanus komodoensis). Subordo sarpenter (ular), contohnya ular sendok (Naya spatatrik), ular sawah (Pytas korros). (Hafizul Hamdi,2013)
3.      Crocodilia
Buaya dan aligator (crocodilian) merupakan sebagian dari reptilia hidup yang paling besar (beberapa kura-kura berbobot lbih berat). Di antara hewan modern yang secara tradisional diklasifikasikan sebagai reptilia, hewan crocodilian adalah yang paling dekat hubungannya dengan dinosarus. (Campbell,2001)
5.      Kelas Mamalia

Mammalia adalah hewan mempunyai kelenjar susu, otak berkembang paling sempurna, menyusui anaknya, berdarah panas (homoioterm), bernapas dengan paru-paru, tubuh dan kulit ditumbuhi rambut (Champbell, 2005).
Dari literatur lain, mamalia dapat diklasifikasikan menjadi hewan noktural (aktif malam hari) dan hewan diurnal (aktif siang hari). berdasarkan tempat hidupnya dapat diklasifikasikan menjadi hewan arboreal (hidup di pohon) dan terstial (hidup di darat), berdasarkan jenis makanannya dapat diklasifikasikan menjadi hewan browser (memakan pucuk daun), hewan grasser (pemakan rumput), dan tergolong herbivora, karnivora, dan omnivora (Tim Pengabdi Ekosistem Hutan, 2005).
Beberapa subordo Mamalia antara lain (Eko Prastio R, 2008):
1.      Monotremata (Mamalia bertelur), contohnya Plathypus sp, Ornithoryncus sp. (cungur bebek).
2.      Marsupialia (Mamalia berkantung), contohnya kanguru dan koala.
3.      Insectivora (Mamalia pemakan serangga), contohnya tikus curut.
4.      Chiroptera (Mamalia bersayap), contohnya kalelawar, kalong.
5.      Pholidoda (Mamalia tidak bergigi), contohnya trenggiling.
6.      Rodentia (Mamalia pengerat), contohnya tikus, marmut, tupsi.


Untuk memahami lebih jelas, mari kita saksikan video berikut :


Pada kesempatan kali ini, kita akan belajar memahami tentang kelompok makhluk hidup yang berukuran kecil, yang sebagian besar berada dalam Kingdom Monera dan Protista Uniseluler.
A. Monera
Monera adalah makhluk hidup yang terdiri atas satu sel (uniselular) sesuai dengan asal kata dari bahasa Yunani, moneres yang berarti tunggal. Monera tidak mempunyai membran inti sel (prokariotik), memiliki nukleoid (bagian sel yang mengandung DNA), dan belum memiliki organel bermembran, seperti mitokondria, kloroplas, dan badan golgi. Dinding selnya terbuat dari peptidoglikan yang tahan terhadap tekanan osmotik hingga 25 kali tekanan atmosfer. Anggota kingdom ini secara umum yaitu bakteri dan alga biru. Bakteri yang terdapat di lingkungan kita, ada yang bermanfaat bagi kehidupan manusia seperti bakteri Escherichia coli yang berperan membantu memproduksi Vitamin K melalui proses pembusukan sisa makanan ada pula bakteri yang berbahaya bagi kehidupan manusia seperti Mycobacterium tuberculosis yang menyebabkan penyakit TB (tuberculosis paru).
Bakteri Mycobacterium tuberculosis dilihat menggunakan mikroskop elektron

Bakteri Mycobacterium tuberculosis dilihat menggunakan mikroskop cahaya

1. Ciri-Ciri Bakteri
Merupakan makhuk hidup bersel satu yang berukuran sangat kecil dan mempunyai bentuk yang beraneka ragam. Bakteri dapat berbentuk batang, spiral, bulat, atau koma. Bakteri tidak mengandung klorofil sehingga tidak dapat membuat makanan sendiri. Berdasarkan sumber zat makanannya, bakteri dibagi menjadi bakteri autotrof dan heterotrof. Bakteri heterotraf terbagi menjadi bakteri saprofit dan parasit. Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan anaerob.

2. Struktur Tubuh Bakteri
Tubuh bakteri berupa sel tunggal, dinding selnya tersusun dari hemiselulosa dan senyawa semacam pektin yang lebih mendekati sel hewan. Dinding sel dilapisi selaput mirip gelatin yang menyebabkan dinding sel berlendir. Isi sel berupa protoplas dengan membran plasma dan sitoplasma. Di dalam sitoplasma tersebar butiran-butiran nukleotida yang mengandung DNA, belum terdapat inti dengan membran inti seperti pada sel umumnya.

3. Reproduksi Bakteri
Bakteri dapat berkembang biak secara aseksual dengan membelah diri pada lingkungan yang tepat atau sesuai. Perkembangbiakan secara seksual dapat terjadi dengan tiga cara, yaitu transformasi, konjugasi, dan transduksi.
a) Transformasi adalah pemindahan potongan materi genetik atau DNA dari luar ke sel bakteri penerima.
b) Konjugasi adalah penggabungan antara DNA pemberi dan DNA penerima melalui kontak langsung. Jadi, untuk memasukkan DNA dari sel pemberi ke sel penerima, harus terjadi hubungan langsung.
c) Transduksi adalah pemindahan DNA dari sel pemberi ke sel penerima dengan perantaraan virus.

4. Macam-Macam Bakteri
a) Berdasarkan cara memperoleh makanannya, bakteri dapat dibedakan menjadi:
• Bakteri Heterotrof
Bakteri heterotrof adalah bakteri yang hidup dan memperoleh makanan dari lingkungannya karena tidak dapat membuat makanan sendiri, hidup secara saprofit dan parasit. Bakteri saprofit adalah bakteri yang hidup pada jasad yang sudah mati. Misalnya pada sampah, bangkai, atau kotoran. Bakteri parasit adalah bakteri yang hidup menumpang pada makhluk hidup lain. Bakteri ini biasanya bersifat merugikan makhluk hidup yang ditumpanginya karena dapat menimbulkan penyakit.
• Bakteri Autotrof
Bakteri autotrof adalah bakteri yang dapat membuat makanannya sendiri. Berdasarkan asal energi yang digunakan, bakteri autotrof dapat dibedakan menjadi dua, yaitu bakteri yang bersifat kemoautotrof dan bakteri yang bersifat fotoautotrof. Bakteri kemoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya dengan bantuan energi yang berasal dari reaksi-reaksi kimia, misalnya
proses oksidasi senyawa tertentu. Bakteri fotoautotrof adalah bakteri yang membuat makanannya
dengan bantuan energi yang berasal dari cahaya matahari. Bakteri ini adalah bakteri yang mengandung zat warna hijau sehingga dapat melakukan fotosintesis, seperti tumbuhan hijau.
b) Berdasarkan kebutuhan oksigennya, bakteri dapat dibedakan menjadi bakteri aerob dan bakteri anaerob:
• Bakteri Aerob
  Bakteri aerob adalah bakteri yang hidupnya memerlukan oksigen bebas.
• Bakteri Anaerob
  Bakteri anaerob adalah bakteri yang dapat hidup tanpa oksigen bebas, misalnya bakteri asam susu, bakteri Lactobaclilus bulgaricus, dan Clostridium tetani. Jika bakteri tersebut dapat hidup tanpa kebutuhan oksigen secara mutlak atau dapat hidup tanpa adanya oksigen, bakteri itu disebut
bakteri anaerob fakultatif.

5. Peran Bakteri bagi Kehidupan Manusia
Bakteri yang menguntungkan bagi kehidupan manusia, antara lain, sebagai berikut:
• Rhizobium bersimbiosis pada akar leguminosarum untuk mengikat nitrogen.
• Azotobacter hidup di dalam tanah dan dapat mengikat nitrogen sehingga dapat menyuburkan tanah.
• E. coli membantu pembusukan makanan di dalam usus besar dan penghasil vitamin yang membantu pembekuan darah.
• Lactobacillus sp. dimanfaatkan untuk proses pembuatan susu yoghurt dan susu keju.
• Acetobacter dimanfaatkan untuk mengubah air cuka menjadi alkohol dan alkohol menjadi asam cuka.
• Bakteri saprofit anaerob dimanfaatkan untuk pembuatan gas bio atau biogas.
• Streptococcus griceus dimanfaatkan untuk penghasil antibiotik streptomisin sehingga banyak dimanfaatkan dalam industri obat-obatan.
• Acetobacter di manfaatkan untuk pembuatan nata de coco.
Bakteri yang merugikan bagi kehidupan manusia, antara lain, sebagai berikut:
• Salmonella typhosa penyebab penyakit tifus.
• Shigella dysenteriae penyebab penyakit disentri.
• Neisseria meningitidis penyebab penyakit meningitis.
• Neisseria gonorrhoeae penyebab penyakit kencing nanah.
• Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit tuberkulosis.
• Mycobocterium leprae penyebab penyakit lepra.

6. Ganggang Biru (Cyanobacteria)
Jenis ganggang biru (Cyanobacteria) ada yang bersel satu dan ada yangbersel banyak berkoloni membentuk untaian. Beberapa sel dengan strukturtubuh yang masih sederhana, berwarna biru kehijauan, mengandung klorofil a (autotrof), pigmen biru (fikosianin), dan berkembang biak dengan pembelahan sel. Selain dengan pembelahan sel, ganggang biru juga dapat berkembang biak dengan cara fragmentasi dan pembentukan spora khusus yang disebut akinet. Fragmentasi merupakan cara berkembang biak dengan jalan memutuskan salah satu bagian tubuh ganggang dan membentuk fragmen-fragmen. Pembelahan sel terjadi pada ganggang biru bersel tunggal, sedangkan fragmentasi terjadi pada ganggang biru yang berbentuk filamen. Contoh ganggang biru yang menguntungkan antara lain Gloeocapsa, Nostoc, dan Anabaena yang dapat menangkap nitrogen di udara. Contoh ganggang biru yang merugikan adalah Anabaena flosaquae dan Microcytis yang menyebabkan kematian makhluk hidup dalam air. Ganggang biru yang menempel pada tembok atau batu dapat menyebabkan pelapukan.
Macam-macam Ganggang Biru


B. Protista
Protista merupakan makhluk hidup yang mempunyai ciri-ciri selnya memiliki membran inti (eukariotik), bersel tunggal yang mampu berkembang biak. Beberapa contoh kelompok Protista: Amoeba, Euglena, Paramacium, dan Saprolegnia.
Kelompok Protista Mikroskopis

Selain kelompok Protista yang bersifat mikroskopis, terdapat Protista yang bersifat makroskopis (dapat dilihat tanpa menggunakan mikroskop) seperti Alga Merah, Alga Hijau, Ulva, dan Alga Coklat.

Protista juga ada yang menyerupai hewan, kelompok Protista ini disebut dengan Protozoa. Kelompok Protozoa diantaranya adalah Paramaecium, Entamoeba coli yang terdapat pada usus besar dan dapat mengakibatkan penyakit diare, dan Plasmodium malariae yang terdapat pada sel darah merah dan mengakibatkan penyakit malaria.



Kelompok jamur (fungi), merupakan kelompok makhluk hidup yang memperoleh makanan dengan cara menguraikan sisa makhluk hidup lain. jamur tidak berklorofil, berspora, tidak mempunyai akar, batang dan daun. Jamur hidupnya di tempat yang lembab, bersifat saprofit (organisme, yang hidup dan makan dari bahan organik yang sudah mati atau yang sudah busuk) dan parasit (organisme yang hidup dan mengisap makanan dari organisme lain yang ditempelinya). Tubuh jamur terdiri atas benang-benang halus yang disebut hifa. Hifa saling bersambungan membentuk miselium. Pada umumnya jamur berkembang biak dengan spora yang dihasilkan oleh sporangium. Contoh jamur: jamur roti, ragi tape, jamur tiram putih, dan jamur kayu.

Jamur dibagi menjadi 6 divisi, yaitu Myxomycotina (jamur lendir), Oomycotina, Zygomycotina, Ascomycotina, Basidiomycotina dan Deuteromycotina.

Selasa, 15 April 2014

Prosedur Pengklasifikasian Makhluk Hidup
Pengelompokan makhluk hidup dilakukan berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki berbagai makhluk hidup tersebut. Jika ada beberapa jenis hewan dan tumbuhan yang akan dikelompokkan, maka hewan yang memiliki persamaan ciri, dijadikan satu kelompok. Misalnya domba dan sapi satu kelompok mamalia karena memiliki persamaan ciri, yakni memiliki rambut pada kulitnya, dan hewan betinanya memiliki kelenjar susu. Suatu kelompok akan terbentuk dari berbagai jenis hewan yang memiliki persamaan ciri tubuh. Hewan yang memiliki ciri berbeda membentuk kelompok lain. Langkah selanjutnya pemberian nama untuk setiap kelompok makhluk hidup.
Berikut adalah dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup:
a.       Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan yang dimilikinya
b.      Klasifikasi makhluk hodup berdasarkan ciri bentuk tubuh (morfologi) dan alat dalam tubuh (anatomi)
c.       Klasifikasi makhluk hidup berdasarkan manfaat, ukuran, tempat hidup, dan cara hidupnya.

Tata Nama Makhluk Hidup
Menurut para sainstis khususnya biologis, nama memiliki arti yang penting. Nama sangat berfungsi dalam hal penyampaian informasi, selain itu juga untuk memudahkan penelusuran dalam hal lokasi ditemukannya makhluk hidup itu. Contoh: Bos javanicus menunjukkan lokasi ditemukannya spesies tersebut. Nama (nama ilmiah) juga dapat menunjukkan siapa penemu spesies tersebut dan juga karakteristik dari spesies yang ditemukan. Contoh Solanum nigrum menunjukkan karakteristik dari spesies tumbuhan tersebut yang memiliki buah berwarna hitam. Semua naskah ilmu pengetahuan hingga abad ke-18 masih menggunakan bahasa Latin sebagai bahasa para ilmuwan, Pemberian namanyapun masih panjang-panjang (polinomial) contoh “Sambucus caule arboreo ramose floribus umbellatis” yang artinya tumbuhan Sambucus dengan batang berkayu yang bercabang-cabang dengan bunga berbentuk payung. Namun sejak Carolus Linnaeus (1707- 1778) memperkenalkan sistem penulisan baru, polinomial diubah menjadi binomial dan hingga kini masih dipergunakan. Prinsip utama binomial Carolus Linnaeus bagi tumbuhan maupun hewan dan mikroorganisme lainnya adalah:
a. Menggunakan bahasa Latin.
b. Menggunakan kategori.
c. Menggunakan dua kata.
Contoh Panthera pardus, Zea mays, Amoeba proteus, Entamoeba coli dan lain-lain. Selain nama ilmiah yang diberikan para ahli, juga dikenal nama daerah (nama biasa) yang berbeda sesuai dengan nama dan bersifat setempat atau lokal (local name). Namun nama lokal belum dapat dijadikan patokan. Oleh karena itu disusunlah nama ilmiah yang diatur oleh ICBN (International Code of Botanical Nomenclature) untuk tumbuhan, dan ICZN (International Code of Zoological Nomenclature) untuk hewan. Dalam pengelompokan dan pemberian nama makhluk hidup didasarkan pada ciri-ciri yang dimiliki, dan diterapkan sistem-sistem tertentu sehingga muncul istilah sistematika. Sampai saat ini dikenal 3 (tiga) sistem klasifikasi yaitu:
a.       Sistem alami; takson yang terbentuk merupakan anggota-anggota yang sewajarnya diklasifikasikan dalam satu kelompok seperti dikehendaki oleh alam, terutama berdasarkan ciri-ciri morfologinya.
b.      Sistem artifisial; pengelompokan berdasarkan tujuan praktis misalnya tumbuhan obat-obatan.
c.       Sistem filogenetis; pengelompokan berdasarkan jauh dekatnya kekerabatan dan urutan perkembangan makhluk hidup menurut sejarah filogenetiknya. Muncul setelah berkembangnya teori evolusi.
Pada awalnya dalam klasifikasi, makhluk hidup dikelompokan dalam kelompok besar hingga kelompok kecil yang disebut takson. Kategori yang digunakan Linnaeus pada waktu itu adalah: Kingdom (dunia), filum (untuk hewan) atau divisi (untuk tumbuhan), Class (kelas), ordo (bangsa), famili (suku), genus (marga), dan spesies (jenis). Urutan ini didasarkan atas persamaan ciri yang paling umum kemudian makin ke bawah persamaan ciri makin khusus serta perbedaan ciri makin kecil.

      1.            Kriteria Klasifikasi Tumbuhan
Dalam mengklasifikasikan tumbuhan, kriteria yang perlu diperhatikan adalah:
a.       Uniseluler atau multiseluler.
b.      Organ perkembangbiakannya.
c.       Habitus tumbuhan waktu hidup, tegak, menjalar atau merambat
d.      Struktur jaringan pengangkutnya.
e.       Tipe stelenya, protostele atau sifonostele.
f.       Bentuk dan ukuran daun.
g.      Cara berkembangbiak: seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif).
h.      Biji, bunga, buah. Ada tidaknya biji dan bunga dapat dipakai untuk menentukan keprimitifan suatu tumbuhan.
Para ahli melakukan pengklasifikasian tumbuhan dengan memperhatikan beberapa kriteria yang menjadi penentu dan selalu diperhatikan, misalnya:
a.       Organ perkembangbiakannya, apakah dengan spora atau dengan bunga.
b.      Habitus/perawakan tumbuhan waktu hidup, apakah tegak, menjalar atau merambat
c.       Bentuk dan ukuran daun,
d.      Cara berkembangbiak: seksual (generatif) atau aseksual (vegetatif)

      2.            Kriteria Klasifikasi Hewan
Sama halnya dengan pengklasifikasian tumbuhan, dalam mengklasifikasikan hewan para ahli juga mengklasifikasikan dengan melihat kriteria berikut ini.
a.       Saluran pencernaan makanan. Hewan tingkat rendah belum punya saluran pencernaan makanan. Sedang hewan tingkat tinggi mempunyai lubang mulut, saluran pencernaan, dan anus.
b.      Kerangka (skeleton), apakah kerangka di luar tubuh (eksoskleton) atau di dalam tubuh (endoskeleton).
c.       Anggota gerak, apakah berkaki dua, empat, atau tidak berkaki.

      3.            Kunci determinasi
Kunci yang dipergunakan untuk menentukan filum atau divisi, kelas, ordo, famili, genus, atau spesies. Dasar yang dipergunakan kunci determinasi ini adalah identifikasi dari makhluk hidup dengan menggunakan kunci dikotom.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kunci determinasi:
a.       Kunci harus dikotomi.
b.      Kata pertama dalam tiap pernyataan dalam 1 kuplet harus identik,
contoh:
• Tumbuhan berumah satu....
• Tumbuhan berumah dua ....
c.       Kedua pilihan atau bagian dari kuplet harus kontradiktif, sehingga satu bagian bisa diterima dan yang lain ditolak.
d.      Hindari pemakaian kisaran yang tumpang tindih atau hal-hal yang besifat relatif dalam kuplet, contoh: panjang daun 4-8 cm, daun besar atau kecil.
e.       Gunakan sifat-sifat yang biasa diamati.
f.       Pernyataan dari dua kuplet yang berurutan jangan dimulai dengan kata yang sama.
g.      Setiap kuplet diberi nomor.
h.      Buat kalimat pertanyaan yang pendek.
Manusia, hewan, dan tumbuhan merupakan kelompok makhluk hidup. Antara makhluk hidup dengan benda tak hidup atau benda mati dibedakan dengan adanya gejala kehidupan. Makhluk hidup menunjukkan adanya ciri-ciri atau gejala-gejala kehidupan, sedangkan benda mati tidak menunjukkan gejala-gejala kehidupan. Ciri-Ciri Makhluk Hidup Secara umum, ciri-ciri yang ditemukan pada makhluk hidup adalah bernapas, bergerak, makan dan minum, tumbuh dan berkembang, berkembang biak, mengeluarkan zat sisa, peka terhadap rangsang, dan menyesuaikan diri terhadap lingkungan. Peserta didik mengembangkan pengetahuan dan pemahamannya melalui pengamatan dalam berdiskusi.
1. Bernapas
Setiap makhluk memerlukan energi untuk aktivitas kehidupannya. Energi itu berasal dari pembakaran zat makanan yang terjadi di dalam tubuh. Untuk pembakaran zat makanan diperlukan oksigen. Pengambilan oksigen dari udara dan penggunaannya di dalam tubuh disebut pernapasan atau respirasi. Penggunaan oksigen di dalam tubuh disebut oksidasi biologi. Untuk dapat bernapas, diperlukan alat-alat pernapasan. Hewan bertulang belakang yang hidup di darat bernapas dengan paru-paru, sedangkan yang hidup di air, misalnya ikan, bernapas dengan insang. Pada makhluk hidup bersel satu dan hewan yang belum mempunyai alat pernapasan khusus, pengambilan oksigen dan pengeluaran zat karbon dioksida dilakukan oleh seluruh permukaan tubuhnya. Pada tumbuhan, pengambilan oksigen dilalui melalui mulut daun atau stomata. Setiap saat kita bernapas, yaitu menghirup oksigen dan mengeluarkan karbon dioksida. Kita dapat merasakan kebutuhan bernapas dengan cara menahan untuk tidak menghirup udara selama beberapa saat. Tentunya kita akan merasakan lemas sebagai tanda kekurangan oksigen.

 2. Memerlukan Makanan dan Minuman
Untuk beraktivitas, setiap makhluk hidup memerlukan energi. Dari manakah energi tersebut diperoleh? Untuk memperoleh energi tersebut, makhluk hidup memerlukan makanan dan minuman. Semua makhluk hidup memerlukan makanan dan air. Makanan bagi makhluk hidup sangat diperlukan untuk: a. Menghasilkan energi atau tenaga, b. Pertumbuhan, c. Mengganti sel-sel yang rusak, d. Perkembangbiakkan. Air sangat diperlukan makhluk hidup untuk menjaga stabilitas suhu tubuh dan sebagai pelarut berbagai zat didalam tubuh. Hewan dan manusia tidak dapat menghasilkan zat makanan sendiri. Makanan yang diperoleh makhluk hidup dari lingkungannya belum siap digunakan oleh tubuh. Oleh karena itu, makanan perlu diubah terlebih dahulu menjadi zat makanan atau nutrisi. Berbeda dengan makhluk hidup lain tumbuhan hijau dapat menyusun zat makanannya sendiri, yaitu melalui fotosintesis. Dalam proses itu diperlukan bahan seperti air dan karbon dioksida. Air dan karbon dioksida diubah menjadi senyawa karbohidrat di dalam klorofil atau butir-butir hijau daun.


 3. Bergerak
Semua makhluk hidup dapat bergerak. Gerak berpindah tempat pada manusia dan hewan umumnya dapat diamati dengan mudah. Untuk berpindah tempat manusia dilengkapi alat khusus. Manusia berpindah tempat dengan kaki, kupu-kupu dan burung berpindah tempat dengan sayap dan ikan berpindah tempat dengan sirip. Gerak pada tumbuhan terjadi karena adanya peristiwa tumbuh. Akar bergerak tumbuh menembus lapisan tanah, sedangkan batang tumbuh bergerak menuju sumber cahaya. Kita dapat berjalan, berlari, berenang, dan menggerakkan tangan. Itu merupakan ciri bergerak. Tubuh kita dapat melakukan aktivitas karena memiliki sistem gerak. Sistem gerak terdiri atas tulang, sendi, dan otot. Ketiganya bekerja sama membentuk sistem gerak.
4. Tumbuh dan Berkembang
Perhatikan tubuhmu, samakah tinggi dan berat badanmu sekarang dengan waktu masih kecil? Hewan juga mengalami hal yang sama. Kupu-kupu bertelur, telur tersebut kemudian meneta menjadi ulat, lalu menjadi kepompong, kepompong berubah bentuk menjadi kupu-kupu muda, dan akhirnya menjadi kupu-kupu dewasa. Tumbuh adalah pertambahan ukuran tubuh yang tidak kembali lagi ke ukuran semula. Semakin bertambah umur, semakin bertambah pula panjang atau tinggi dan berat badannya. Hal itu terjadi karena manusia mengalami pertumbuhan. Hal serupa juga terjadi pada tumbuhan. Pada saat tumbuhan baru berkecambah ukurannya tidak lebih dari 1 cm. beberapa tahun kemudian, tumbuhan tersebut akan menjadi pohon yang tingginya mencapai beberapa meter. Pertambahan ukuran tubuh makhluk hidup tersebut terjadi karena adanya penambahan jumlah serta pembesaran sel-sel penyusun tubuh.


 5. Berkembang Biak (reproduksi)
Berkembang biak atau repoduksi adalah pembentukan individu baru. Bagi makhluk hidup reproduksi berfungsi untuk mempertahankan jenisnya agar tidak punah. Cara berkembangbiak makhluk hidup dibedakan menjadi dua, yaitu secara kawin (seksual) dan secara tak kawin (aseksual). Ada makhluk hidup yang hanya dapat berkembang biak secara seksual dan ada yang hanya dapat berkembang biak secara aseksual. Ada pula yang dapat berkembang biak baik secara aseksual maupun seksual. Sebagai contoh kita lahir dari ayah dan ibu, ayah dan ibu kita masing-masing juga mempunyai orang tua yang kita panggil kakek, nenek dan seterusnya sehingga diperoleh keturunan. Kemampuan makhluk hidup untuk memperoleh keturunan disebut dengan berkembang biak. Berkembang biak bertujuan untuk melestarikan keturunannya agar tidak punah.
6. Peka terhadap Rangsang (Iritabilitas)
Bagaimanakah reaksi kita jika tiba-tiba ada sorot lampu yang sangat terang masuk? Tentu secara spontan akan segera menutup kelopak mata. Dari contoh di atas menunjukkan bahwa manusia mempunyai kemampuan untuk memberikan tanggapan terhadap rangsangan yang diterima. Kemampuan menanggapi rangsangan disebut iritabilita. Setiap makhluk hidup mempunyai kemampuan untuk bereaksi (peka) terhadap segala perubahan di sekitarnya. Untuk mengenali berbagai macam perubahan yang terjadi di sekitarnya, hewan dan manusia dilengkapi alat indra. Alat indra tersebut adalah telinga yang peka terhadap getaran suara, mata yang peka terhadap gas, lidah yang peka terhadap rangsangan rasa dan kulit peka terhadap sentuhan. Tumbuhan tidak mempunyai alat indra. Akan tetapi, tumbuhan mempunyai kemampuan bereaksi terhadap rangsangan lingkungannya.
daun putri malu akan mengatup ketika disentuh

7. Mengeluarkan Zat Sisa
Oksidasi biologi yang berlangsung di dalam tubuh akan menghasilkan energi zat sisa berupa air dan karbon dioksida. Jumlah zat sisa di dalam tubuh yang terus meningkat akan membahayakan tubuh. Oleh karena itu, zat sisa tesebut harus dikeluarkan. Proses pengeluaran zat sisa dari dalam tubuh ke lingkungannya dinamakan pengeluaran atau ekskresi. Pada protozoa dan hewan tingkat rendah, zat sisa dikeluarkan melalui seluruh permukaan tubuh. Pada hewan tingkat tinggi pengeluaran zat sisa dilakukan oleh alat khusus. Pada vertebrata alat ekskresinya berupa ginjal, kulit, dan paru-paru. Pada serangga alat pengeluarannya berupa buluh Malpighi. Sementara itu, pengeluaran zat sisa pada tumbuhan adalah melalui stomata.
8. Mampu beradaptasi dengan lingkungan
Setiap makhluk hidup hanya dapat hidup dengan baik pada lingkungan yang sesuai. Tumbuhan tropis dapat hidup dengan baik pada suhu lingkungan antara 10-40 0C. tumbuhan di daerah kutub dapat hidup dengan baik pada suhu lingkungan antara 5-15 0C. ikan dapat hidup dengan baik pada lingkungan air yang bersuhu 10-30 0C. pada lingkungan air yang bersuhu lebih atau kurang dari suhu tersebut kahidupan ikan akan terganggu. Manusia merupakan satu-satunya makhluk di ala mini yang mempunyai akal dan pikiran. Dengan kemampuan itu, manusia dapat bertahan pada berbagai suhu lingkungan karena dapat mengubah suhu lingkungan sesuai dengan kebutuhannya
Bunglon mengubah warna tubuhnya ketika menempel pada tangkai bunga

Rabu, 02 April 2014


KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP
Keanekaragaman adalah ciri utama kehidupan. Para ahli biologi sudah mengidentifikasi dan memberi nama sekitar 1,5 juta spesies termasuk di dalamnya lebih dari 260.000 tumbuhan, hampir 50.000 vertebrata, dan lebih dari 750.000 serangga. Ribuan spesies yang baru ditemukan menambah daftar tersebut setiap tahunnya. Diperkirakan jumlah totalnya adalah 5 juta sampai lebih dari 100 juta.
Jika kehidupan beranekaragamnya, bagaimana biologi memiliki perangkat untuk menyatukannya? Misalnya adakah persamaan antara kapang, pohon, dan manusia? Ternyata sangat banyak. Dibalik keberagaman makhluk hidup ini terdapat persamaan, terutama pada tingkat organisasi yang lebih rendah. Misalnya dapat dilihat dari kemiripan tertentu yang terdapat pada struktur sel. Kesatuan juga tampak pada jelas pada kode genetik umum yang digunakan bersama oleh organisme. Ekspresi yang berbeda-beda dari kode genetik inilah yang menghasilkan keberagaman makhluk hidup.
Keberagaman makhluk hidup perlu dijaga, tapi hal ini kadang-kadang juga sedikit membingungkan. Agar keberagaman tidak sulit dipahami, manusia cenderung menggolongkan spesies yang mirip dalam satu kelompok. Taksonomi adalah cabang dari biologi yang berhubungan dengan penamaan dan klasifikasi spesies, mengelompokkan organisme berdasarkan skema yang lebih formal. Skema tersebut terdiri atas tingkatan klasifikasi yang bermacam-macam. Setiap tingkatan lebih luas cakupannya dibandingkan dengan tingkatan yang di bawahnya.
Cabang biologi seperti botani dan zoologi memerlukan data atau gambaran menyeluruh tentang hewan dan tumbuhan yang ada di bumi ini. Sebagian hewan dan tumbuhan telah diidentifikasi dan diberi nama, tapi sebagian lagi belum. Jika keanekaragaman hayati dipelajari tanpa klasifikasi, sangat mungkin tejadi kerancuan pengertian suatu jenis makhluk hidup, misalnya nama burung gereja, di negara satu berbeda dengan di negara lain. Untuk mempelajari makhluk hidup tersebut perlu dilakukan klasifikasi (pengelompokan) guna memperoleh gambaran yang jelas secara mudah. Dalam satu negara sering pula dijumpai spesies hewan atau tumbuhan memiliki nama daerah berbeda, misalnya pisang di Jawa Tengah dikenal dengan gedang, di Jawa Barat disebut dengan cau, sedang gedang di Jawa Barat yang dimaksud adalah pepaya.
Tujuan dan Manfaat klasifikasi
Tujuan umum klasifikasi makhluk hidup adalah mempermudah mengenali, membandingkan, dan mempelajari makhluk hidup. Tujuan khusus atau tujuan lain dari klasifikasi makhluk hidup adalah sebagai berikut:
a.       Mengelompokkan makhluk hidup berdasarkan persamaan dan perbedaan ciri-ciri yang dimiliki
b.   Mendeskripsikan ciri-ciri suatu jenis makhlup hidup untuk membedakannya dengan makhluk hidup sari jenis yang lain
c.       Mengetahui hubungan kekerabatan antar makhluk hidup
d.      Memberi nama makhluk hidup yang belum diketahui namanya
Adapun manfaatnya adalah:
a.       Untuk penelitian lebih lanjut sehingga makhluk hidup yang telah dikenal melalui klasifikasi dapat dimanfaatkan.
b.      Untuk dipelajari agar dapat melestarikan keanekaragaman hayati di masa mendatang.
c.       Untuk mengetahui hubungan antara organisme satu dengan lainnya.

Rabu, 19 Maret 2014

Klasifikasi zat yang terdiri dari unsur, senyawa, dan campuran.
1. Unsur
Unsur merupakan zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat-zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi kimia biasa (bukan reaksi nuklir)
Lambang unsur terdiri dari satu huruf besar atau satu huruf besar diikuti huruf kecil. Beberapa lambang unsur diambil dari huruf pertama unsur tersebut, misalnya nitrogen (N), oksigen (O2), hidrogen (H). Mengapa emas diberi lambang Au? Au berasal dari nama latin dari emas “Aurum”. Fe merupakan lambang unsur besi yang diambil dari “Ferum”, Ag meruakan lambang perak yang diambil dari kata “Argentum”. Penulisan lambang unsur selengkapnya dapat dilihat pada Tabel 2.1.
Aturan dalam menuliskan lambang unsur:
1. Jika suatu unsur dilambangkan dengan satu huruf, maka harus digunakan huruf kapital, misalnya oksigen (O), hidrogen (H), karbon (C).
2. Jika suatu unsur dilambangkan lebih satu huruf, maka huruf pertama menggunakan huruf kapital dan huruf berikutnya menggunakan huruf kecil, misalnya seng (Zn), emas (Au), tembaga (Cu). Kobalt dilambangkan Co, bukan CO. CO bukan lambang unsur, tetapi lambang senyawa dari karbon monoksida yang tersusun dari unsur karbon (C) dan oksigen (O).
                     Bola lampu tersusun dari kawat pijar dari walfram (W) dan tembaga (Cu).
2. Senyawa
Senyawa  adalah zat  tunggal  yang  tersusun dari dua  unsur  atau  lebih.
                                    Gula pasir tersusun dari karbon, oksigen,dan hidrogen
Karbon merupakan padatan berwarna hitam. Dalamkehidupan sehari-hari kita kenal dengan arang. Hidrogendan oksigen merupakan gas yang mudah terbakar. Ketigaunsur tersebut dengan reaksi kimia dapat bergabungmembentuk gula pasir yang berupa padatan putih yangrasanya manis. Sifat dari gula sangat berbeda dengan sifatkarbon, hidrogen dan oksigen. Gula merupakan senyawa,sedangkan karbon, hidrogen, oksigen merupakan unsurpembentuknya. Jadi senyawa adalah zat yang terbentuk dariunsur-unsur melalui reaksi kimia. Sifat senyawa berbedadengan sifat unsur pembentuknya.
Senyawa merupakan zat tunggal yang tidak dapatdipisahkan dengan cara fisika. Senyawa dapat dipisahkanmenjadi unsur-unsurnya atau menjadi senyawa yang lebihsederhana melalui reaksi kimia. Air dapat dipisahkanmenjadi oksigen dan hidrogen dengan cara elektrolisis(Gambar 2.4). Gula pasir jika direaksikan dengan asam sulfat akan terurai menjadi karbon (Gambar 2.5)
3. Campuran
 yaitu gabungan beberapa zat tanpa melalui reaksi kimia
 Udara yang kita hirup merupakan contoh campuran. Di dalam udara tercampur beberapa gas, seperti gas nitrogen, gas oksigen, gas karbon dioksida dan gas-gas lain. Udara bersih maupun udara tercemar merupakan campuran. Udara yang segar mempunyai komposisi oksigen yang lebih besar dibandingkan dengan udara yang tercemar. Komposisi zat-zat pembentuk campuran tidak tertentu dan sembarang.
 Air garam terlihat seperti air dan terasa asin. Partikelpartikelgaram tetap ada di dalam air tetapi kamu tidak
dapat melihat partikel-partikel garam tersebut meskipunmenggunakan mikroskop. Suatu bahan seperti air garamyang mempunyai dua atau lebih zat yang tersebar meratadisebut campuran homogen. Alkohol 70% yang dijual diapotik merupakan disinfektan umum.Alkohol ini terlihat jernih meskipun
terbentuk dari partikel alkohol dalam air.Alkohol 70% tersebut merupakan contoh laindari campuran homogen.Nama lain dari campuran homogenadalah larutan. Campuran homogen antara airdan gula dinamakan larutan gula, campuranhomogen antara air dan garam dapur dinamakan larutan garam dapur. Ukuran partikel dalam larutan sangat kecil sehingga tidak dapat dilihat meskipun dengan mikroskop